Catatan Pendek

Blog ini berisi tentang opini, pengalaman pribadi, obrolan santai hingga unek-unek ttg apa saja termasuk kondisi dan situasi di Indonesia negara asal saya, Singapura negara tempat tinggal saya sekarang dan Dunia. Jika anda mampir, jangan lupa tinggalkan pesan dan komentar ya.

Friday, 27 November 2009

Selamat Hari Raya Idhul Adha 1430H

Thursday, 26 November 2009

PADA WAKTU SENGGANG...

Apa ya kira-kira kegiatan para 'Uncles' di sini pada waktu senggang?
'Uncles' itu maksudnya para bapak sepuh, pensiunan atau para 'senior citizens' jika kita pakai istilah lokalnya.
Ternyata banyak kegiatannya, salah satunya adalah : main catur (Cina) :D

Foto ini diambil di salah satu 'senior citizen corner' dekat rumah. Senior citizen corner itu ya tempat yang disediakan untuk para lansia bersosialisasi dengan sesama, dan juga warga lainnya. Karena makin banyak penduduk Singapura yang berusia senja, dan banyak juga dari mereka yang hidup sendiri, tempat semacam ini adalah pemandangan yang biasa di pemukiman rakyat HDB.
Seperti apa 'senior citizen corner' itu? Biasanya tempat ini mengambil salah satu sudut 'void deck' lantai bawah bangunan apartemen yang diperuntukkan umum. Di situ disediakan beberapa set tempat duduk dan meja, kadang ada yang menambahkan pernik TV, radio, pantry kecil (pernah lihat lho, ibu2 lansia asyik berkumpul dan memasak bersama di situ!). Sederhana sekali biasanya, pokoknya supaya para bapak dan ibu ini bisa duduk2 sambil momong cucu sambil ngobrol tentang cuaca, makanan dan sebagainya dengan tetangga.
Di sudut bersebelahan dengan senior citizen corner dekat rumah ini, ada tempat praktek pijat lho! Siapa tukang pijatnya? Ya...para lansia yang sudah mengambil kursus memijat. Siapa pelanggannya? Ya...siapa saja yang merasa pegal2 dan perlu dipijit. :D
Bayarannya murah...hanya sekitar 20 dolar saja, tapi....musti tahan malu, karena tempat praktek pijit ii hanya berupa dipan sederhana untuk pelanggan merebahkan diri selama sesi pijat. Tidak ada ruang tertutup, tidak ada handuk atau selimut pelindung, yang ada angin semilir dan suara kicauan burung yang hinggap di dekat tempat praktek, mungkin karena mereka ingin tahu apa yang sedang terjadi di sana! Hehehehehe...
Kira-kira...waktu kita tua nanti, kehidupan seperti apa yang akan kita jalani ya? Kira-kira...akankah saya mengalami periode seperti ini?

Posted by Picasa

Wednesday, 25 November 2009

Homework :D

Tuesday, 24 November 2009

Bikin kartu

Pernah gandrung dengan hobi membuat kartu ucapan berhias origami dari
bungkus teh celup ini. Hobi yang ditularkan oleh bibinda yang tinggal
nun jauh d negeri orang. Dua minggu ini beliau berlibur bersama
kami...dan beliau datang degan berkoper-koper oleh2 dan pekerjaan
tangan, salah satunya ya ini :)

Sebetulnya mudah saja lipat melipatnya. Rahasia keunikan kartu berasal
dari warna warni dan variasi bungkus teh celup, serta kejelian memilih
sudut dan bagian mana dari bungkus teh yang akan digunakan untuk
bagian origaminya.

Tertarik? Sebentar lagi natal dan tahun baru lho! Mungkin mqu kirim
kartu ucapan hasil kreasi sendiri? Lebih istimewa buat yg menerima!
Ayo...mulai dengan mengkonsumsi teh celup! Jangan lupa...pilih bungkus
yang unik ya! (rasa boleh nomor dua hahaha)

Monday, 23 November 2009

Kitchen disaster

Tried to make 'bubor mungbean' -bubur kacang ijo - using pressure
cooker. I thought i could cut down the cooking time by using pressure
cooker. But i had to clean up the kitchen instead as the cooker
steamed out all the water...including the mungbean! Complete with
horrible sound effect that went like:....Sssshhhhhshshshooosssshhhh!!!

Alamaaaak!!! Dapurkuuuu!!! :-(

Sunday, 15 November 2009

KIASU SIH KIASU....TAPI JANGAN BEGITU!

Ini mau menumpahkan kekesalan setelah mengalami pengalaman buruk akhir minggu ini.

Hari Sabtu kemarin Mr. Perfeksionis (aka suaminda buat yang belum tahu) ada acara seru (buat dia) - Mitsubishi Extreme Drive apa gitu judulnya, di Changi Exhibition Centre. Tempat acara berlangsung sih sebetulnya hanggar ya...karena bangunannya besar dengan bentang lebar tanpa kolom penyangga di tengahnya, dan...bernuansa gudang! hehe

Skip langsung ke cerita kiasu ya, cerita tentang acara di Changi jadi edisi berikutnya.

Para pendukung dan penggembira peserta acara (Mr P salah satunya) hanya bisa memandang acara dari jauh, dari hanggar pesawat itu, sedangkan 'stunt' dilakukan di runway pesawat.

Berdiri memegang video kamera (yang ternyata hasil bidikannya amburadul...goyang kiri kanan atas bawah), dengan tas gendong di punggung, tas makanan di pundak kanan dan anak umur 5 tahun yang bolak-balik minta perhatian dan tanya ini-itu, ternyata repot juga ya...dan capek.

Tengok kiri kanan, eh kebetulan ada deretan kursi (sekitar 8 buah) kosong, hanya ada tas-tas goodie bags dan seorang ibu yang asik pencet2 ponselnya. Dengan hati lega...saya ajaklah si kecil untuk mengistirahatkan kaki sebentar, duduk dulu. MEmang hanya ini kursi yang tersedia untuk para penonton. Ah...untung...untung....

Tidak lama, ketika kami mulai menikmati kepenatan kaki....si ibu tadi berkata, " Eh...excuse me ya, but the seats are all taken"

Saya: "What do you mean?" (emang bener2 gak ngerti...lha kan kursinya kosong gakda yang menduduki)

si Ibu: "Ya...all seats are taken by our group"

Saya: (dengan nada mulai ngeyel karena jengkel)..."But where are THEY???"
lha...kursinya pada kosong gitu kok!

si Ibu: "Ya...they are still at the other booth but they are coming back soon"

Saya: (mencoba dengan susah payah untuk tidak marah di tempat) pelan-pelan berdiri keki. Yang kasihan kan si kecil....karena dia sedang enak2nya duduk selonjoran.

Oalaaaahhh.....si ibu ini penjaga kursi toh rupanya!

Kesal? Lha iya dong pasti. Ini namanya KIASU = RESE. Takut sekali si ibu ini, takut tempat duduknya kurang untuk grup dia. Lha...kalau toleransi kan harusnya dia pikir juga dong, orang lain kan mau duduk juga. Kursi hanya sekian ya jangan dipake semua dong.

Kebiasaan kiasu ini memang kebiasaan kurang baik nya orang Singapura. Kalau anda mampir ke Kopitiam (warung kopi) di pusat perkantoran pada jam makan siang. Anda akan melihat banyak tisu, payung, buku, dan barang kecil tak berarti semacamnya diletakkan di meja dan kursi2 yang masih kosong. Apa artinya? Artinya tempat itu sudah ditag, dicopped (gak yakin dengan ejaannya ya) orang, jadi jangan coba-coba duduk dan makan di situ! Norak? Iya...tapi ini masih terjadi lho sampai sekarang.

Kembali ke kemalangan saya tadi:

Tidak putus asa, saya kemudian meminjam (dengan sopan) satu kursi dari mbak penerima tamu, yang dengan senang hati merelakan salah satu kursinya kepada saya. Selesai masalahnya. Cuma hati kok masih panas ya ? Kenapa? Karena:

Ternyata, sepanjang acara berlangsung (3-4jam), saya perhatikan, kursi-kursi itu tidak pernah penuh diduduki semua oleh anggota grupnya! Selalunya dua datang tiga pergi, datang lagi tiga, pergi dua...tidak penuh-penuh dong!

Halaaaah.....sebel banget deh!


Friday, 13 November 2009

Akhirnya...setelah 950 kali

Minggu lalu membaca artikel menarik di bawah ini.

Jikalau anda malas klik link nya, inti ceritanya adalah:

Seorang ibu warga Korea Selatan berusia 63 tahun akhirnya lulus ujian TEORI mengemudi setelah mencoba 950 kali! Katanya, ijin mengemudi ini diperlukan untuk usaha pertaniannya.

Mr Perfeksionis a.k.a. suaminda berkata bahwa tiap kali sang ibu mengikuti ujian, tambah satu lagi pertanyaan yang dijawab dengan benar. Jadi setelah 950 kali mencoba, dia lulus ujian, karena jumlah soal ujian ada 950 nomor! hehehe

South Korean Passes Driving Test After 950 Tries

Posted using ShareThis
Related Posts Widget for Blogs by LinkWithin