Catatan Pendek

Blog ini berisi tentang opini, pengalaman pribadi, obrolan santai hingga unek-unek ttg apa saja termasuk kondisi dan situasi di Indonesia negara asal saya, Singapura negara tempat tinggal saya sekarang dan Dunia. Jika anda mampir, jangan lupa tinggalkan pesan dan komentar ya.

Sunday, 15 November 2009

KIASU SIH KIASU....TAPI JANGAN BEGITU!

Ini mau menumpahkan kekesalan setelah mengalami pengalaman buruk akhir minggu ini.

Hari Sabtu kemarin Mr. Perfeksionis (aka suaminda buat yang belum tahu) ada acara seru (buat dia) - Mitsubishi Extreme Drive apa gitu judulnya, di Changi Exhibition Centre. Tempat acara berlangsung sih sebetulnya hanggar ya...karena bangunannya besar dengan bentang lebar tanpa kolom penyangga di tengahnya, dan...bernuansa gudang! hehe

Skip langsung ke cerita kiasu ya, cerita tentang acara di Changi jadi edisi berikutnya.

Para pendukung dan penggembira peserta acara (Mr P salah satunya) hanya bisa memandang acara dari jauh, dari hanggar pesawat itu, sedangkan 'stunt' dilakukan di runway pesawat.

Berdiri memegang video kamera (yang ternyata hasil bidikannya amburadul...goyang kiri kanan atas bawah), dengan tas gendong di punggung, tas makanan di pundak kanan dan anak umur 5 tahun yang bolak-balik minta perhatian dan tanya ini-itu, ternyata repot juga ya...dan capek.

Tengok kiri kanan, eh kebetulan ada deretan kursi (sekitar 8 buah) kosong, hanya ada tas-tas goodie bags dan seorang ibu yang asik pencet2 ponselnya. Dengan hati lega...saya ajaklah si kecil untuk mengistirahatkan kaki sebentar, duduk dulu. MEmang hanya ini kursi yang tersedia untuk para penonton. Ah...untung...untung....

Tidak lama, ketika kami mulai menikmati kepenatan kaki....si ibu tadi berkata, " Eh...excuse me ya, but the seats are all taken"

Saya: "What do you mean?" (emang bener2 gak ngerti...lha kan kursinya kosong gakda yang menduduki)

si Ibu: "Ya...all seats are taken by our group"

Saya: (dengan nada mulai ngeyel karena jengkel)..."But where are THEY???"
lha...kursinya pada kosong gitu kok!

si Ibu: "Ya...they are still at the other booth but they are coming back soon"

Saya: (mencoba dengan susah payah untuk tidak marah di tempat) pelan-pelan berdiri keki. Yang kasihan kan si kecil....karena dia sedang enak2nya duduk selonjoran.

Oalaaaahhh.....si ibu ini penjaga kursi toh rupanya!

Kesal? Lha iya dong pasti. Ini namanya KIASU = RESE. Takut sekali si ibu ini, takut tempat duduknya kurang untuk grup dia. Lha...kalau toleransi kan harusnya dia pikir juga dong, orang lain kan mau duduk juga. Kursi hanya sekian ya jangan dipake semua dong.

Kebiasaan kiasu ini memang kebiasaan kurang baik nya orang Singapura. Kalau anda mampir ke Kopitiam (warung kopi) di pusat perkantoran pada jam makan siang. Anda akan melihat banyak tisu, payung, buku, dan barang kecil tak berarti semacamnya diletakkan di meja dan kursi2 yang masih kosong. Apa artinya? Artinya tempat itu sudah ditag, dicopped (gak yakin dengan ejaannya ya) orang, jadi jangan coba-coba duduk dan makan di situ! Norak? Iya...tapi ini masih terjadi lho sampai sekarang.

Kembali ke kemalangan saya tadi:

Tidak putus asa, saya kemudian meminjam (dengan sopan) satu kursi dari mbak penerima tamu, yang dengan senang hati merelakan salah satu kursinya kepada saya. Selesai masalahnya. Cuma hati kok masih panas ya ? Kenapa? Karena:

Ternyata, sepanjang acara berlangsung (3-4jam), saya perhatikan, kursi-kursi itu tidak pernah penuh diduduki semua oleh anggota grupnya! Selalunya dua datang tiga pergi, datang lagi tiga, pergi dua...tidak penuh-penuh dong!

Halaaaah.....sebel banget deh!


Friday, 13 November 2009

Akhirnya...setelah 950 kali

Minggu lalu membaca artikel menarik di bawah ini.

Jikalau anda malas klik link nya, inti ceritanya adalah:

Seorang ibu warga Korea Selatan berusia 63 tahun akhirnya lulus ujian TEORI mengemudi setelah mencoba 950 kali! Katanya, ijin mengemudi ini diperlukan untuk usaha pertaniannya.

Mr Perfeksionis a.k.a. suaminda berkata bahwa tiap kali sang ibu mengikuti ujian, tambah satu lagi pertanyaan yang dijawab dengan benar. Jadi setelah 950 kali mencoba, dia lulus ujian, karena jumlah soal ujian ada 950 nomor! hehehe

South Korean Passes Driving Test After 950 Tries

Posted using ShareThis

Friday, 6 November 2009

Corat coret iseng :)

Thursday, 5 November 2009

TURIS LOKAL (lagi)


Tinggal di kota kecil harus pandai-pandai cari hiburan, kalau tidak mau melumut bosan :D
Apalagi jika kita belum bisa bepergian jauh karena ada anggota keluarga yang masih belum bisa makan sembarangan krn ada alergi.

Jadi... minggu lalu kita menghibur diri dengan mencoba ikut Ducktour! :D

Buat yg belum coba, ducktour itu tur dengan mengendarai mobil amphibi yang bisa jalan di air dan di tanah, jadi rute tur akan melalui daratan dan air. Coba deh ikut tur ini, hanya berlangsung selama 1 jam aja kok. Buat yg suka memotret mungkin bisa dapat angle menarik dan unik dari tengah sungai ke arah Marina Sands Integrated Resort, si Merlion, the Durian, jembatan DNA yg lagi dibangun dan CBD.
Rute dimulai dari Suntec City lanjut melewati War Memorial, mengitari Padang, melewati Marina Mandarin dan Pan Pasific, nyemplung ke sungai dan mengapung-apung sambil foto2 di sana. Tur berakhir di Suntec lagi.
Buat turis lokal (Sporean dan PR) ada harga khusus. Kemarin bertiga (2 dewasa dan satu anak) 58 dolar.
Harga turis : dewasa $33, Anak (3-12tahun) $17, anak <3>
Info selanjutnya: cek ini.

Thursday, 29 October 2009

KAPOOR...KAPOOR!!

Benar-benar kebudayaan di dunia, khususnya Asia Tenggara saling campur dan saling mempengaruhi ya? Sebetulnya kebiasaan menyirih, menginang, itu asalnya dari mana ya? India? Indonesia? Cina? Melayu? hehehe. Tidak apa-apa jika tidak yakin ... asal jangan jadi debat kusir.

Bicara soal nyirih, kueh mueh peranakan, jajan pasar orang jawa, dan kue2 nya orang Melayu kan banyak yang memerlukan air kapur dalam proses pembuatannya (hayooo...yg tidak suka masak pasti gak tahu deh) Kapur ini bukan cat kapur buat dinding rumah ya, tapi kapur putih2 untuk menyirih itu.

Suatu hari, dulu sekali...saya kehabisan kapur ini. Bingung...cari di mana ya? Ahh....orang India kan banyak yg masih menyirih, saya cari saja di Little India. Sampai di warung2 pinggir jalan yang menjual berbagai dupa wangi2 ala India itu, saya malu-malu bertanya pada Uncle penjual.

Saya: "Uncle...do you sell that white-white stuff that you use for masak-masak kue?
Uncle: Dia pasang tampang bengong...gak ngerti. Okay, let's try another approach.
Saya: "That white stuff uncle...the stuff you chew together with betel nut and sirih leaves? What do you call that stuff here?"
Uncle: dengan wajah ceria karena mengerti..."Oh you mean kapoor lah"
Saya: "Yes uncle!, that's it!" (dengan wajah malu karena ternyata namanya sama!)

So akhirnya, biar malu, saya pulang dengan gembira hari itu dengan sebotol gemuk white stuff called kapur. Hehehehe....

Bukan Sembarang PETI

Loksi foto: salah satu kios makan kumuh, sumuk dan jorok (sekali) di belakang Bugis Junction, tepatnya di Liang Seah Street.
Suatu hari...sedang bingung mencari tempat makan siang di sela kesibukan mengajar....eh, ketemu peti menarik ini :)
Bicara tentang kios makannya, enak tidak kah makanannya? Apalah artinya tempat kumuh dan joroknya jika makanan yang disajikan enak, betuk kan? Jadi...bagaimana rasanya dong? Waduuh...gimana ya, begini aja deh, saya jelaskan dengan cerita.
Waktu itu saya pesan shredded chicken and mushroom noodle. Yang terbayang-bayang adalah mie panas dengan daging ayam suwir2 dan jamur kancing imut seperti yang dijual di GM. Hohoooo...mimpi di siang bolong sekali itu! Yang datang ternyata adalah mie ala indomie dengan sedikiiiit suwiran ayam dan sedikiiiit daun selada cincang dan dua buah jamur shiitake! Aiiih....jamur bau jengkol, mana saya suka laaah! :(
Yah...mau murah, ya jangan protes dong kalau sekian saja cita rasa makanan yang didapat :P
Kembali ke judul posting: bicara tentang kata PETI, apa yang terlintas dalam pikiran anda ketika mendengar atau membaca kata ini? Boleh tau dong? :D

Posted by Picasa

Friday, 9 October 2009

Pulau itu siapa nama?

Hehehe...benar kah seperti ini kalimatnya??

Di mana ilustrasi ini terdapat di Singapura? Hayoooo....



- Posted using BlogPress from my iPhone
Related Posts Widget for Blogs by LinkWithin